Pintar boleh di atas, Rezeki siapa yang tahu?
kisah nyata.
Di sebuah gereja terdapatlah seorang pendeta muda yang memiliki pergaulan baik dengan kaum Pemuda. suatu ketika Pemuda yang di kampungnya ini atau di gereja yang dipimpinnya ini akan melaksanakan angkat Sidi namun sebelum diadakan baptisan angkat Sidi atau (malua) tersebut maka seperti biasanya peraturan gereja mengatakan bahwa mereka harus diuji untuk mencapai layakkah menjadi atau Sudahkah dapat menerima baptisan angkat Sidi?. sebelum itu dilakukan proses pembelajaran atau yang disebut (marguru) yang dilakukan pihak gereja. ada yang bertahun-tahun ada juga yang setengah tahun itu tergantung siswanya atau yang (marguru).
Tibalah hal-hal yang ditunggu yaitu saat-saat mengadakan ujian sebelum minggu depannya dilantik menjadi anggota seksi di Pemuda atau angkat Sidi. Sebelum melaksanakan ujian pendetanya berkata barangsiapa yang mampu mendapat nilai bagus di atas KKM maka saya akan berikan hadiah berupa Alkitab. dari sekian pemuda yang mengikuti ujian tersebut tidak satupun yang bisa mendapatkan nilai yang telah ditetapkan namun dari sekian pemuda 3 orang di antaranya mendapatkan nilai yang lumayan bagus yang peringkat pertama didapatkan oleh seorang perempuan dengan status bersekolah di SMA terbaik SMA negeri atau SMA rujukan di Kabupaten mereka yang berikutnya diraih oleh seorang laki-laki yang berstatus sekolah di SMA Negeri yang banyak gosip karena dianggap SMA buangan yang berikutnya diraih oleh seorang perempuan yang berstatus sekolah di SMK seni budaya yang satu-satunya di Kabupaten mereka bahkan itu adalah SMK yang kedua dari SMK seni yang ada di provinsinya.
Siapa sangka dari ketiga yang berkualitas dikatakan berkualitas walaupun tidak seperti kualitas orang-orang luar, saat ini menduduki bangku kuliah yang terbaik.
Perempuan yang pertama tadi pernah memiliki niat untuk melanjut di sekolah tinggi theologia. dulu ketika di SMA Dia memiliki cita-cita menjadi seorang pendeta namun di akhir atau di penghujung sekolahnya atau di kelas 3 SMA setelah dipikir-pikir dan dicari tahu bahwa biaya untuk masuk sekolah tinggi theologia begitu mahal dan berat sehingga ia mengurungkan niatnya dan melanjutkan SNMPTN yang kala itu selalu diadakan setiap tahunnya di tingkat SMA hingga sekarang. yang lelaki berprestasi kedua Setelah usai SMA lanjutkan status dirinya yakni melamar Bintara Polri namun apa dikata rezeki tidak ditangan dia gagal di tahap psikologi namun sebelum ia melamar menjadi Bintara Polri sama seperti perempuan yang berprestasi pertama yaitu memiliki cita-cita ingin menjadi seorang pendeta namun ia tergoda dengan pendidikan Polri karena pendidikannya singkat padat dan langsung kerja.
Berikutnya perempuan yang selanjutnya berprestasi waktu itu sekarang melanjutkan studinya di Universitas yang terbaik di pulau Jawa ia tetap melanjutkan kan talentanya yaitu jurusan seni dan musik.
Nah dari ketiga orang yang berprestasi dari gerejanya ini menurut anda siapakah yang melanjutkan kan sebagai pekerja pimpinan gereja? Ya seperti kalau di liat2 melalui prestasi mereka ketika menjadi murid marguru manaksihon pasti akan ada yang menjadi calon penerus sebagai hamba di gereja. ya pasti anda bingung sebab tidak satupun jelas dikatakan siapa yang masuk sekolah tinggi theologia. di sini saya akan melanjutkan bagaimana selanjutnya perjalanan kisah seorang laki-laki yang dulunya di SMA dia bersekolah yang katanya SMA buangan. juga yang tidak memiliki rezeki ketika usai SMA masuk ke Bintara Polri dan juga dia pernah menjadi anggota di salah satu koperasi. Bisa dikatakan sangat rendah sekali hidupnya itu. lalu saat ini apakah statusnya???
ya ya ya ternyata sebelum dia melamar polisi dia memiliki cita-cita menjadi seorang pendeta sewaktu dia merantau dan menjadi pekerja anggota koperasi dikala sendiri Ia berpikir dan berangan-angan ketika ia pulang kampung ia ingin melanjutkan cita-citanya waktu SMA yaitu masuk ke sekolah tinggi theologia. ia ingin melanjutkan cita-citanya puji Tuhan hingga saat ini dan saat ini cita-citanya itu digapai menjadi mahasiswa sekolah tinggi teologi. Sebenarnya dia tidak menyangka dia bisa masuk atau mendapatkan apa yang dia inginkan sebab ketika dia melaksanakan ujian di kantor pusat gerejanya sendiri, semua proses kerja otak yang selama ini sudah berkurang sebab dia telah fokus kepada bisnis atau otak yang putarannya bagaimana mendapatkan uang. tidak lagi otak bagaimana proses belajar seperti ketika di SMA. Dan juga dia memiliki kepintaran yang terbatas sangat minim dan sangat rendah inilah yang menjadi titik fokus judul dari cerita ini. dari ketiga orang tersebut satu diantara mereka memiliki daya pikir yang lemah sangat lemah dan juga status keluarga yang dikatakan kurang dari cukup. namun Tuhan berkata lain sesuai dengan judul pintar boleh di atas rezeki siapa yang tahu??? kita tidak tahu jalan jalan Tuhan kita juga tidak tahu pikiran Tuhan kita tidak tahu rencana Tuhan ukuran kita bukan ukuran Tuhan standar kita bukan standar Tuhan kita melihat rupa namun Tuhan melihat hati. Berbahagialah orang yang diangkat dan dipilih Tuhan meskipun dia banyak kekurangan sebab dari angkatan atau dari jamahan Tuhan maka sebenarnya tanpa disadari dia lebih besar dari mereka yang memiliki kepintaran, kedudukan dan kehebatan duniawi . seperti cerita Alkitab di Perjanjian Baru Yesus mengatakan tabib datang kepada orang sakit bukan kepada orang sembuh. Tuhan datang kepada orang yang hina yang berkekurangan sangat, Dia mengangkat yang tidak mampu. apa yang tersurat dalam Alkitab terjadi di dalam hidup sekarang ini. singkatnya Tuhan selalu beserta kepada orang yang rendah bahkan bukan hanya rendah fisik tetapi rendah rohani. supaya dirubah, di tenun menjadi lebih baik lagi.
ya ya ya ternyata sebelum dia melamar polisi dia memiliki cita-cita menjadi seorang pendeta sewaktu dia merantau dan menjadi pekerja anggota koperasi dikala sendiri Ia berpikir dan berangan-angan ketika ia pulang kampung ia ingin melanjutkan cita-citanya waktu SMA yaitu masuk ke sekolah tinggi theologia. ia ingin melanjutkan cita-citanya puji Tuhan hingga saat ini dan saat ini cita-citanya itu digapai menjadi mahasiswa sekolah tinggi teologi. Sebenarnya dia tidak menyangka dia bisa masuk atau mendapatkan apa yang dia inginkan sebab ketika dia melaksanakan ujian di kantor pusat gerejanya sendiri, semua proses kerja otak yang selama ini sudah berkurang sebab dia telah fokus kepada bisnis atau otak yang putarannya bagaimana mendapatkan uang. tidak lagi otak bagaimana proses belajar seperti ketika di SMA. Dan juga dia memiliki kepintaran yang terbatas sangat minim dan sangat rendah inilah yang menjadi titik fokus judul dari cerita ini. dari ketiga orang tersebut satu diantara mereka memiliki daya pikir yang lemah sangat lemah dan juga status keluarga yang dikatakan kurang dari cukup. namun Tuhan berkata lain sesuai dengan judul pintar boleh di atas rezeki siapa yang tahu??? kita tidak tahu jalan jalan Tuhan kita juga tidak tahu pikiran Tuhan kita tidak tahu rencana Tuhan ukuran kita bukan ukuran Tuhan standar kita bukan standar Tuhan kita melihat rupa namun Tuhan melihat hati. Berbahagialah orang yang diangkat dan dipilih Tuhan meskipun dia banyak kekurangan sebab dari angkatan atau dari jamahan Tuhan maka sebenarnya tanpa disadari dia lebih besar dari mereka yang memiliki kepintaran, kedudukan dan kehebatan duniawi . seperti cerita Alkitab di Perjanjian Baru Yesus mengatakan tabib datang kepada orang sakit bukan kepada orang sembuh. Tuhan datang kepada orang yang hina yang berkekurangan sangat, Dia mengangkat yang tidak mampu. apa yang tersurat dalam Alkitab terjadi di dalam hidup sekarang ini. singkatnya Tuhan selalu beserta kepada orang yang rendah bahkan bukan hanya rendah fisik tetapi rendah rohani. supaya dirubah, di tenun menjadi lebih baik lagi.
Sekali lagi PINTAR boleh diatas, REZEKI siapa yang tahu???
- Mazmur 111:5
“Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.”
Sekian dari cerita ini saya ucapkan terima kasih selamat beraktifitas stay at home.